Kehidupan yang dijalani oleh setiap manusia diperhadapkan dengan tantangan dan dinamikanya tersendiri. Kita dituntut untuk memilih dan bersikap di tengah segala situasi yang ada. Hal tersebut tidaklah mudah. Apalagi sebagai orang beriman kita diundang untuk mewujudnyatakan hidup yang sesuai dan seturut dengan kehendak-Nya. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut maka dari itu seseorang perlu memperlengkapi diri dengan hikmat atau kebijaksanaan yang menjadi alat untuk mewujudkan hidup yang sesuai serta seturut kehendak-Nya.
Kitab Amsal dapat menjadi jalan untuk merenungkan hikmat dan kebijaksanaan hidup sehari-hari. Susunan kita ini begitu unik. Alih-alih tersusun dalam satu runtutan yang panjang dan diatur secara kronologis, Amsal memilih untuk mengumpulkan berbagai nasihat hikmat secara apa adanya serta didasarkan pada tema-tema kebijaksanaan hidup sehari-hari seperti kerajinan, ketaatan, soal pertemanan, dan sebagainya. Pada perikop yang kita baca kali ini, Amsal disandingkan dengan Salomo yang memang terkenal dengan kebijaksanaannya. Dikemukakan pula tujuan Amsal sebagai jalan untuk mengetahui hikmat dan didikan, mengerti kata-kata yang bermakna, serta menerima didikan yang menjadikan pandai. Menariknya kepandaian tidak berdiri sendiri serta terpisah dari moralitas melainkan jalan menuju kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Bukankah hal tersebutlah yang memang kita dambakan untuk menuju hidup yang hikmat dan bijaksana. Secara khusus Amsal menaruh perhatian kepada didikan bagi mereka yang muda sebagai penerus peradaban.
Dengan tegas dikatakan bahwa pengetahuan dan kebenaran juga terkait dengan spiritualitas, sebagaimana dikatakan di ayat 7, “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” Pengetahuan dan kebijaksanaan atas kehidupan diperoleh dari kesadaran akan otoritas Allah dan tunduk pada-Nya. Sayangnya dunia modern tempat kita hidup seringkali memisah-misahkan antara pengetahuan, moralitas, dan spiritualitas. Melalui Amsal kita melihat bahwa kebijaksanaan hidup adalah perpaduan antara spiritualitas (takut akan Tuhan), pengetahuan, dan moralitas.
Di tengah segala ketidakpastian kehidupan yang kita hadapi, menelisik beragam petuah di kitab Amsal memberikan inspirasi untuk menjalani kehidupan dengan utuh dan berhikmat. Kebijaksanaan kehidupan lahir dari ketertundukan kita kepada Allah serta kesediaan untuk turut serta dalam firman-Nya. Hidup di zaman modern ini banyak orang menawarkan sesuatu yang dipandang sebagai kebenaran sehingga kebenaran menjadi begitu relatif. Namun dalam firman-Nya kita beroleh kepastian dalam tuntunan hikmat-Nya.
























