Kolaborasi Strategis Pelayanan Digital Lembaga Alkitab Asia-Pasifik di Bali
Nusa Dua, Bali, 24–26 Februari 2026, Suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi terasa sejak hari pertama pelaksanaan Digital Ministry Collaboration 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Alkitab Indonesia di Nusa Dua, Bali.
Acara ini merupakan kelanjutan dari Digital Ministry Consultation (DMC) 2024 di Jakarta. Jika DMC 2024 fokus pada konsultasi dan perumusan strategi, maka pertemuan tahun ini menitikberatkan pada kolaborasi dan implementasi nyata.
Partisipasi Regional dan Kehadiran General Secretary
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Lembaga Alkitab dari berbagai negara di Asia-Pasifik, termasuk United Bible Societies, Bible Society in Cambodia, Ceylon Bible Society, Mongolian Bible Society, Pakistan Bible Society, Malaysian Bible Society, Korean Bible Society, Myanmar Bible Society, serta partisipasi daring dari Bangladesh Bible Society.
Tahun ini, Kelas 1 secara khusus diikuti oleh tiga Sekretaris Umum, yang memainkan peran penting dalam evaluasi, review, dan pengembangan strategi digital masing-masing lembaga:
- Sigit Triyono Sekretaris Umum Lembaga Alkitab Indonesia
- Pisit Heng – Sekretaris Umum Bible Society in Cambodia
- Azhar Mustaq Sekretaris Umum Pakistan Bible Society
Mereka bersama Emi Beland dan Nelson Saba (United Bible Society) serta Victori E Saetakela (Kepala Departemen Layanan dan Pengembangan Digital) mengikuti sesi DMC Evaluation, Review & Preview dan App Development, membahas strategi pelayanan digital di level lembaga. Kehadiran para Sekretaris Umum ini menegaskan kolaborasi strategis dan pengambilan keputusan lintas negara.
Kelas 2: Technical Training dan Pengelolaan Konten
Peserta lainnya mengikuti Kelas 2, mereka yang berfokus pada aspek teknis pelayanan digital:
- Technical Training oleh InMotion
- Managing Content Using IBS Multitenant App Platform
Kedua kelas ini memastikan bahwa selain strategi, keterampilan praktis pengelolaan platform digital juga terbangun secara merata.
Dari Diskusi ke Implementasi Nyata
Selama tiga hari, peserta memadukan refleksi strategis dan pelatihan teknis:
- Sesi Generative AI dan Prompt Engineering menjadi dasar pengembangan platform digital.
- Kelas paralel memperkuat keterampilan praktis pengelolaan aplikasi dan konten.
- Hari terakhir diisi dengan presentasi hasil kerja kelompok, coding training, dan forum diskusi.
Selain sesi formal, kebersamaan juga terjalin melalui makan bersama dan kegiatan fellowship, mempererat relasi antar peserta dari berbagai negara.
Digital Ministry Collaboration 2026 menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan kolaborasi strategis yang menggabungkan peran lembaga dan kompetensi teknis tim. Pertemuan ini menjadi tonggak nyata dalam membangun pelayanan Alkitab yang relevan, adaptif, dan berdampak bagi seluruh komunitas Asia-Pasifik.
(Agnesssirait)
























