Merespons Fitnah

Renungan Harian | 30 Nov 2025

Merespons Fitnah

Tidak ada luka yang lebih menyakitkan daripada fitnah. Ketika kebaikan dibalas dengan kebencian dan ketulusan dianggap sebagai kejahatan, jiwa manusia mudah goyah. Itulah yang dialami pemazmur. Dalam Mazmur 109, ia menumpahkan isi hatinya dengan jujur. Ia marah, kecewa, dan terluka. Namun yang luar biasa, semua emosi itu ia bawa ke hadapan Tuhan. Ia  tidak pura-pura tabah; ia mengakui bahwa hatinya “sangat dalam terluka” (ayat 22). Apa yang dilakukan pemazmur merupakan validasi emosi, pengakuan bahwa kemarahan, kesedihan, dan rasa tidak adil adalah respons manusiawi yang wajar. Menekan emosi semacam ini justru berisiko melahirkan stres dan depresi. Dengan membawa luka itu dalam doa, Daud sebenarnya sedang melakukan proses penyembuhan batin yang mendalam.

 

Daud juga menunjukkan mekanisme koping (cara seseorang untuk menghadapi situasi yang menyebabkan stres) yang sehat dalam menghadapi tekanan. Ia merasa miskin, lemah, dan tidak berdaya, tapi ia tidak menyerah pada keputusasaan. Ia mencari pertolongan dari sumber yang ia percayai sepenuhnya, yaitu Tuhan sendiri. “Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu” (ayat 26). Dalam psikologi modern, tindakan ini bisa disebut emotion-focused coping: upaya mencari dukungan spiritual dan memulihkan rasa kendali melalui keintiman dengan figur otoritas yang penuh kasih. Seruannya juga mencerminkan praktik letting go atau penerimaan radikal, melepaskan kebutuhan untuk mengendalikan hasil dan mempercayakan penyelesaian pada kekuatan yang lebih besar. Dalam hal ini, doa Daud bukan pelarian, tetapi bentuk keberanian spiritual: mengakui keterbatasan diri dan mempercayai keadilan Tuhan.

 

Bagian-bagian doa pemazmur yang keras seperti, “Ia cinta kepada kutuk, maka kutuk mendatangi dia” (ayat 17), sering kali membuat pembaca modern canggung. Namun, ini bukan seruan balas dendam pribadi, melainkan ekspresi kebutuhan manusia akan keadilan dan keseimbangan batin. Saat seseorang difitnah atau dikhianati, keyakinan dasar bahwa dunia ini seharusnya adil terguncang. Melalui doa yang jujur ini, Daud berusaha memulihkan keyakinannya bahwa kebenaran tidak akan dibiarkan runtuh. Keyakinan bahwa Allah akan bertindak menjadi sumber penghiburan yang menenangkan, menurunkan kecemasan, dan mengembalikan rasa aman di tengah ketidakpastian.

 

Namun, mazmur ini tidak berhenti pada kemarahan. Di bagian akhir, kita melihat kebangkitan batin pemazmur. “Aku sangat bersyukur kepada TUHAN dengan mulutku, aku hendak memuji-muji Dia di tengah orang banyak” (ayat 30). Di sini, Daud menampilkan resiliensi dan pertumbuhan pasca-trauma. Ia tidak tenggelam dalam kepahitan, melainkan bangkit dan menemukan makna baru dalam penderitaannya. Rasa sakit yang dulu melumpuhkan kini menjadi sumber syukur. Dengan demikian, ia tidak hanya pulih, tetapi juga bertumbuh menjadi lebih kuat, lebih empatik, dan lebih sadar akan kehadiran Allah dalam penderitaan.


Sahabat Alkitab, mazmur 109 mengajarkan bahwa menghadapi fitnah bukan berarti menekan emosi atau membalas dengan kebencian. Sebaliknya, kita diajak untuk jujur terhadap luka, menumpahkannya kepada Tuhan, menyerahkan pembalasan kepada-Nya, dan memulihkan keseimbangan batin lewat doa yang tulus. Dalam setiap air mata dan jeritan hati, Tuhan berdiri di sisi kita. Dari sanalah kelegaan sejati lahir, bukan dari hilangnya luka, melainkan dari keyakinan bahwa Allah tetap berpihak pada mereka yang teraniaya dan hatinya hancur.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia