Undangan Hikmat atau Undangan Kebodohan

Renungan Harian | 13 Feb 2026

Undangan Hikmat atau Undangan Kebodohan

Sahabat Alkitab, bayangkanlah jika saudara diundang oleh seorang tokoh terhormat dalam sebuah perjamuan makan yang begitu megah dan mengesankan. Banyak orang ingin terlibat dalam perjamuan tersebut, tetapi hanya sedikit orang yang diundang oleh tuan/nyonya rumah. Demikianlah Amsal menggambarkan hikmat sebagai sesosok tuan-nyonya rumah yang mengundang orang-orang untuk datang dalam perayaan yang diadakannya. Daging terbaik telah tersaji, sebagaimana anggur kualitas premium turut menemaninya. Untuk siapakah undangan itu? Siapa yang tak berpengalaman singgahlah kemari juga kepada yang tidak berakal budi, demikian seru pelayan-pelayan perempuan sang hikmat. Ia melanjutkan seruan undangannya. Ikut dalam perayaan itu, makan roti dan minum anggur, menjadi penanda kesediaan untuk meninggalkan kebodohan. Dalam undangan sang hikmat ada proses untuk menuju kebijaksanaan. Menjadi orang benar berarti bertambahnya pengetahuan tentang apa yang baik/benar dan buruk/salah. Hikmat membawa kita kepada sikap takut akan Tuhan yang menuntun pada kebijaksanaan.


Undangan dari sang hikmat ini rupanya menghadapi “tandingannya”. Kebodohan yang dipersonifikasikan sebagai perempuan bebal juga mengadakan perayaannya sendiri. Ia tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman. Dengan seruan yang sungguh dibuat-buat dan di tempat yang sangat mencolok, kebodohan berseru dan mengundang orang-orang. Katanya, “Siapa yang tak berpengalaman singgahlah kemari, dan kepada orang yang tidak berakal budi.” Undangan tersebut memiliki formula yang sama dengan sang hikmat, hanya saja pestanya adalah sesuatu yang sama sekali tidak dipersiapkan. Penuh dengan kebohongan, kelicikan, tetapi di satu sisi menampilkan kenikmatan dan kesenangan sesaat. Masalahnya adalah dalam kemasan yang menarik itu ada jalan menuju maut. Kebodohan yang menuntun pada kebinasaan.


Amsal 9 sungguh menarik karena pertentangan ini tidak ditutup dengan sebuah kesimpulan definitif yang ditawarkan dalam narasi. Seolah-olah kita sebagai pembaca diundang untuk memilih undangan siapakah yang hendak kita sambut, hikmat atau kebodohan. Jalan hikmat akan menuntun kepada kehidupan dan hidup yang damai sejahtera. Sementara jalan kebodohan akan membawa kita pada jurang kebinasaan. Batas antara tindakan berhikmat dan tindakan bodoh adalah kesesuaian pada firman dan kehendak-Nya. Sesuatu bisa saja terlihat sebagai keputusan yang “pintar” menurut dunia, tetapi bertentangan dengan kehendak-Nya. Misalnya saja dalam lingkungan yang menormalisasikan korupsi, ikut dalam sistem yang korup mungkin adalah sesuatu yang “pintar”, tetapi menurut jalan hikmat hal tersebut adalah kebodohan. Sekarang manakah yang akan sahabat Alkitab pilih? Undangan Sang Hikmat atau undangan kebodohan. Ingatlah bahwa kadangkala kebodohan memang bisa lebih berbahaya dari kejahatan itu sendiri.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia