Hamba yang Berkorban

Renungan Harian | 16 Jul 2026

Hamba yang Berkorban

Perikop yang kita baca pada saat ini sesungguhnya bukan sebuah perikop yang asing bagi orang kristen. Dalam momen-momen tertentu di kalender gerejawi, Yesaya 53 dibacakan untuk mengingatkan dan mengaitkan penderitaan yang dialami oleh Tuhan Yesus sebagai sesuatu yang telah direncanakan Allah sejak semula. Pemaknaan tersebut tidak salah, tapi jika kita ingin jujur pada teks dan menempatkan pasal 53 pada konteksnya, sesungguhnya akan banyak makna lain yang dapat digali. Salah satunya tentang nilai dari sebuah pengorbanan dalam tindakan kepada sesama manusia.

 

Pasal 53 adalah salah satu syair tentang hamba Tuhan yang paling terkenal. Disana hamba Tuhan dideskripsikan dengan begitu dramatis. Lantas, siapakah hamba Tuhan menurut pasal 53? Tidak disebutkan secara jelas, tapi kemungkinan besar merujuk pada seseorang atau bangsa Israel sendiri. Pesan utamanya sama, bahwa Israel akan dibebaskan, tetapi kali ini ada sosok lain yang akan terlibat. Hamba Tuhan itu jauh dari bayangan orang-orang sebagai penyelamat. Wajahnya tidak rupawan, kondisi tubuhnya memprihatinkan, dan kesusahan menimpa dirinya. Namun apa yang dialaminya tersebut, sesungguhnya derita yang harus dialami oleh umatnya. Dengan penuh keberserahan diri, sang hamba Tuhan menanggung itu semua. 

 

Cara kerja sang hamba Tuhan juga jauh dari penggambaran tindakan kepahlawanan pada masa itu. Ia berkarya dan membebaskan yang tertawan, tidak dengan kekerasan tetapi dengan kasih, pengorbanan, dan kelembutan. Yesaya justru melanjutkan penggambaran hamba Tuhan tersebut dengan menunjukkan pengorbanan yang dikerjakannya. Ia rela meneteskan darah bagi umat yang dikasihi Tuhan.

 

Jika kita meresapi dengan baik penjelasan di atas, maka yang bisa kita petik dari karya hamba Tuhan adalah nilai pengorbanannya. Mereka yang memimpin dan bertanggung jawab atas suatu kaum haruslah berani berkorban bagi orang-orang yang dipimpinnya. Itu adalah kualitas karakter yang merujuk pada karakter Allah sendiri. Betapa sedihnya kita saat ini, saat melihat orang-orang yang mengaku diri sebagai pemimpin atau hamba-Nya, tidak sedikitpun memikirkan orang yang mereka pimpin. Sesungguhnya kita sudah jenuh dengan orang-orang yang sebenarnya haus kekuasaan, tapi mengaku-ngaku peduli atau bagian dari ‘orang kecil’ yang dipimpinnya. Semoga Allah menganugerahkan kita semua kesediaan berkorban dan berjuang bagi kepentingan bersama.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia