Dalam perumpamaan tentang benih, Yesus mengumpamakan berita Injil Kerajaan Allah itu seperti benih yang ditabur di dalam hidup manusia. Allah memakai manusia untuk menjadi rekan sekerja dalam menabur. Benih yang ditabur akan bertumbuh dengan sendirinya tanpa campur tangan manusia lagi. Di situlah pekerjaan Allah terus terjadi, hingga benih itu bertumbuh, berbunga, dan berbuahkan bulir gandum yang lebat, sehingga dapat dirasakan oleh orang lain.
Sahabat Alkitab, apa yang kita tabur maka itu pula yang akan kita tuai. Jika menabur kebaikan maka akan tumbuh juga kebaikan. Tugas kita hanyalah menabur benih kebaikan yang telah Allah berikan kepada kita. Benih itu adalah berita tentang Allah yang menjadi Manusia, yang datang untuk menyelamatkan orang berdosa. Saat benih itu telah kita tabur, maka selanjut-Nya adalah urusan Allah. Dialah yang akan membuat benih itu bertumbuh, yaitu orang menjadi percaya, setelah percaya imannya akan menjadi semakin teguh setiap hari. Iman yang teguh itu kemudian tampak dari perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan setiap hari. Perbuatan baik itulah yang akan dilihat, didengar, dan dirasakan oleh orang banyak sehingga mereka memuliakan Allah. Benih kembali tertabur melalui kesaksian, lalu bertumbuh dan berbuah, demikianlah selanjutnya.
Jangan berhenti menabur kebaikan kepada sesama, karena benih yang baik itu akan menghasilkan buah yang baik juga di tangan Allah.
Salam Alkitab Untuk Semua