Manado, Kamis (26/3/2026) — Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menggelar Ibadah Syukur atas rampungnya renovasi Kantor Perwakilan LAI Manado pada Kamis pagi. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri sekitar 100 undangan dari berbagai unsur pemerintah, gereja, dan mitra pelayanan.
Hadir dalam acara tersebut antara lain utusan Gubernur Sulawesi Utara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, para ketua sinode (GMIST, KGPM, GMIM, KGBI), mitra pemerintah, perwakilan Bimas Kristen, mitra sekolah tinggi teologi, sekolah Kristen, mitra penerjemahan dan penyebaran Alkitab, toko buku, mitra KKPD, gereja-gereja, masyarakat sekitar Mahakeret, panitia renovasi, pensiunan LAI, Sekretaris Umum LAI, serta karyawan LAI Perwakilan Manado.
Ibadah dipimpin oleh Gembala Franky Londa, MA, Ketua Pucuk Pimpinan KGPM, diawali dengan penahbisan, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Sekretaris Umum LAI. Usai penandatanganan, rangkaian ibadah dilanjutkan di dalam gedung yang telah selesai direnovasi. Renungan firman diambil dari Yohanes 1:14 dengan tema “Firman Ilahi Menginspirasi Budaya Digital”.
Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Umum LAI serta sambutan Gubernur Sulawesi Utara yang dibacakan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Setda Provinsi Sulawesi Utara.
Secara historis, Kantor Perwakilan LAI Manado pertama kali berdiri pada 1968 dengan menempati salah satu ruangan di Gedung Sentrum milik GMIM di Manado. Setelah 33 tahun, tepatnya pada 2001, LAI berhasil membeli bangunan di Jalan Diponegoro No. 82, Mahakeret.
Seiring waktu, kondisi gedung yang menua mendorong dilakukannya renovasi agar tetap layak digunakan sebagai pusat pelayanan Alkitab. Kantor ini melayani wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.
Renovasi ini menjadi wujud syukur atas tuntunan dan penyertaan Tuhan, serta dukungan dari berbagai mitra yang terus menopang pelayanan LAI di kawasan timur Indonesia.
Acara pengucapan syukur diakhiri dengan makan siang bersama, namun sebelumnya dilakukan terlebih dahalu tanda tangan perpanjangan MOU antara LAI dengan KGPM.
























