Manusia secara naluriah memiliki dorongan yang kuat untuk mencari, mengejar dan menikmati benda-benda atau harta di dunia ini, apalagi jika berada di keadaan yang sulit, manusia akan berusaha lebih keras untuk mendapatkan hasil yang lebih dan harta yang sebanyak-banyaknya agar bisa bertahan hidup. Sebenarnya yang paling berbahaya bukanlah hartanya tetapi persoalannya adalah apabila harta menghalangi hubungan antara kita dengan Tuhan. Dikatakan dalam ayat 21 “ Karena di mana hartamu berada, disitu juga hatimu berada”. Seringkali demi kehidupan yang baik di dunia, manusia menganggap lebih penting mengejar harta, jabatan, tahta namun akhirnya melupakan sang pemilik kehidupan yang memberikan semuanya itu.
Dalam bacaan kita kali ini diingatkan bahwa cara kita memandang kehidupan dan menjadikan suatu hal sebagai prioritas akan mempengaruhi kehidupan kita. Jika kita memandang harta sebagai sesuatu yang lebih penting daripada kehidupan yang baik bersama Tuhan maka kehidupan kita tidak akan dipenuhi damai sejahtera. Kita akan menjadi orang sukses dan berhasil dalam pandangan dunia, namun di mata Tuhan kita dianggap sebagai anak-anak yang tidak setia.
Sahabat Alkitab, harta yang Tuhan kehendaki dalam dunia ini adalah melakukan apa yang menjadi firman Tuhan sedangkan mengutamakan harta duniawi seperti menduakan Tuhan (ay. 24) Akitab dengan jelas mengatakan bahwa mereka yang mengutamakan harta akan membagi hatinya dan tidak akan bisa memprioritaskan sepenuh hidupnya kepada Tuhan. Karena itu sepatutnya sebagai manusia, dengan berkat yang diberikan Tuhan dalam hidup kita, patutlah kita meninggikan Tuhan di atas segala-galanya dalam setiap prioritas kehidupan kita dan berlaku setia kepada-Nya. Menggunakkan apa yang menjadi milik kita baik harta, jabatan dan tahta hanya untuk kemuliaan nama-Nya. Amin
Salam Alkitab Untuk Semua