Hidup yang sejahtera dan panjang umur mungkin sesuatu yang didambakan oleh setiap orang. Segala cara diupayakan untuk mencapai tujuan tersebut. Lihatlah betapa orang begitu giat berolahraga dan menjaga pola makannya. Rupanya ada hal lain yang perlu diperhatikan dalam hidup yang sejahtera yakni kondisi mental dan spiritual seseorang. Seperti yang dinasehatkan di kitab Amsal pada saat ini.
Bacaan kita menempatkan Sang Hikmat bagaikan seorang ayah yang sedang menasehati anaknya. Ia mengarahkan anaknya untuk hidup sesuai dengan hikmat Allah. Melalui ajakan lembut, nasehat itu diberikan. Katanya, “Janganlah engkau melupakan ajaranku, dan hendaklah hatimu memelihara perintahku.” Rupanya mengerti, mengenali, dan berjalan dalam hikmat Tuhan tidak hanya bicara tentang kemampuan kognitif melainkan hati yang berusaha untuk mengenali kehendak-Nya.
Selain itu pada bacaan kita ditegaskan bahwa orang berhikmat adalah orang yang membiarkan kasih setia dan kebenaran Allah membentuk relasinya dengan sesama. Itulah sebabnya hikmat menuntun seseorang kepada penghargaan dan nama baik. Bukan karena dirinya sendiri melainkan karena ketertundukannya kepada Allah. Kekayaan dan hormat akan mengiringi bukan sebagai tujuan yang dikejar oleh manusia, melainkan sebagai akibat dari hidup dalam hikmat, kepandaian, dan jalan Tuhan. Puncak dari nasehat ini ialah ketika Sang Hikmat berkata, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri.”
Bersyukurlah kepada Tuhan jika pada hari ini kita diingatkan bahwa hidup dalam hikmat Tuhan merupakan satu-satunya pilihan yang tepat dalam menjalani berbagai ketidakpastian kehidupan yang datang. Hidup yang aman dan damai tercapai bukan dalam hasrat menggebu untuk mengejarnya, melainkan terletak pada keberserahan diri pada tuntunan serta hikmat Tuhan. Namun jangan salah sangka bahwa segala tantangan dan pergumulan akan hilang seturut dengan proses tersebut. Pergumulan mungkin akan tetap ada, tetapi semuanya dipakai Allah untuk mengajar sekaligus menghajar orang-orang yang dikasihi-Nya.
























