Masihkah kita ingat peristiwa-peristiwa di masa lampau saat menerima didikan orang lain? Entah itu dari Ayah atau Ibu, Kakek-Nenek, bahkan guru kita di sekolah. Menerima didikan dari figur otoritatif di kehidupan kita seringkali tidaklah nyaman. Rasanya ego dan hasrat diri ingin memberontak dan membela diri sesegera mungkin. Saat beranjak dewasa kritik dan teguran dari orang lain seolah-olah menjadi serangan pribadi yang menghancurkan kita. Padahal seringkali dalam didikan-didikan atau bahkan teguran tersebut terkandung sebuah kebenaran yang berguna sehingga diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam bacaan kita kali ini, sang hikmat memposisikan dirinya sebagai sumber didikan dan pengajaran dalam kehidupan seorang manusia. Ia mengingatkan manusia untuk berhati-hati dalam berkata, bertindak, dan berpikir. TUHAN melihat dan mengetahui setiap gerak gerik umat-Nya (ay. 3). Maka dari itu berjalanlah dalam didikan-Nya. Hikmat juga bisa datang melalui didikan orang-orang di sekitar kita. Terutama mereka yang mengasihi kita. Itulah sebabnya dikatakan dalam bacaan kita hari ini bahwa mereka yang bodoh adalah mereka yang menolak didikan ayahnya. Sementara yang mengindahkan teguran adalah bijak.
Dewasa ini didikan dan teguran seringkali dipandang sebagai sesuatu yang buruk dan merusak kredibilitas pribadi. Padahal nasehat kebijaksanaan yang kita terima saat ini mengidentifikasikan didikan bahkan teguran sebagai cara untuk menuju kebijaksanaan. Bahkan dikatakan pada ayat 10 bahwa didikan yang keras menjadi keniscayaan bagi mereka yang meninggalkan jalan Tuhan. Saat didikan disampaikan maka tujuannya adalah untuk mendidik, mengubah orang menjadi tahu akan apa yang benar dan salah. Kadang didikan disampaikan dengan keras, tetapi lain waktu begitu lembut.
Sahabat Alkitab, marilah dengarkan didikan Tuhan yang seringkali disampaikan oleh orang-orang di sekitar kita. Dalam didikannya ada perubahan hidup, tetapi mereka yang berkeras hati akan mengabaikan didikan tersebut. Semoga hikmat-Nya menuntun kita untuk mendengarkan didikan dengan sepenuh hati serta diubahkan oleh kuasa-Nya.
























