Seperti Menjaring Angin

Renungan Harian | 2 Apr 2026

Seperti Menjaring Angin

Dunia modern dikenal dengan kemajuan dan proses perkembangan yang begitu cepat. Semua hal dapat terjadi secara instan. Namun dalam proses yang instan itu seringkali makna tergerus dan manusia tidak mendapatkan ruang untuk merefleksikan makna hidupnya. Akibatnya hidup mengalir begitu saja tanpa sempat mengkontemplasikan keputusan apa yang selama ini telah diambil dan dilalui. Meskipun terkadang hasil dari kontemplasi itu jauh dari apa yang ideal, tetapi kita diajak untuk tetap mencari dan menjalani makna kehidupan yang benar-benar kita pegang.


Dalam bacaan kali ini, Pengkhotbah menggambarkan dirinya selayaknya raja Israel yang hidup membaktikan diri untuk mencari hikmat dan menyelidiki segala yang terjadi di bawah langit. Kesimpulan yang didapatnya adalah hidup adalah sesuatu yang misterius. Pencarian makna sendiri terasa begitu melelahkan karena sejauh mata memandang hanya ada kesia-siaan. Sebuah usaha menjaring angin, menangkap sesuatu yang tidak dapat digenggam. Kesimpulan pengkhotbah ini adalah sebuah bentuk kerendahan hati yang sebenarnya dibutuhkan oleh peradaban modern. Kita merasa dapat mengubah dan mengendalikan segala sesuatu, padahal ketidaksempurnaan akan selalu ada. Hal yang tidak diduga datang silih berganti. Maka sebenarnya jauh lebih banyak hal yang berada di luar kendali manusia.


Refleksi pengkhotbah rupanya mengundang kita untuk dapat melihat dengan jujur. Hidup ini memang melelahkan. Bangun pagi-pagi, tergesa-gesa berangkat ke sekolah atau tempat kerja, berlelah-lelah sepanjang hari, terjebak kemacetan yang di luar nalar, lalu kembali ke rumah untuk tidur dalam kelelahan. Semua ini menjadi rutinitas yang tidak berujung. Kalau begitu bukankah lebih enak menjadi pribadi yang cuek dan bebal, menjalani hidup begitu saja tanpa harus repot-repot merenungkan makna dan hikmat. Memang bisa saja seperti itu, tetapi bukankah Allah bersama dengan mereka yang hidup dalam hikmat serta ajaran-Nya. Kita bertumbuh dalam gumul juang pencarian makna, bahkan yang terkesan absurd sekalipun Selain itu melalui hikmat sesungguhnya setiap orang ditantang untuk mendialogkan makna hidup dengan penyelenggaraan Ilahi yang terus teranyam dalam dunia. Sehingga orang beriman tidak menyerah pada banalitas kehidupan, melainkan berupaya melihat keindahan dalam keyakinan akan Tuhan yang mencukupkan dan memelihara segala sesuatunya.

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia