Para pemimpin dan mereka yang memiliki kuasa untuk mengadili perkara seringkali dipandang sebagai wakil Allah di dunia. Melalui kebijakan serta keputusan yang diambilnya maka keadilan dinyatakan atas dunia. Kekuasaan itu harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya, jika tidak maka akan ada konsekuensi ilahi yang akan menghampiri mereka yang menyelewengkan kekuasaan.
Yesaya menggambarkan kejatuhan Israel dalam ungkapan yang sungguh menyayat hati. Kota yang setia telah menjadi pelacur. Dalam Alkitab ada banyak cara mengungkapkan ketidaksetiaan umat kepada Allah termasuk ungkapan di atas, bagaikan seseorang yang telah berselingkuh. Umat Allah telah berselingkuh dari-Nya. Keadilan serta kebenaran sudah tidak ada lagi. Para pemimpin tidak lagi mempertahankan kebenaran tetapi melakukan yang jahat. Mereka menerima sogokan dan suap. Memanipulasi kebenaran demi keuntungan mereka sendiri, kualitas kehidupan telah sangat rusak. Ini bukan tentang kualitas materi atau fisik belaka, melainkan moral dan kerohanian.
Maka sudah saatnya Israel untuk kembali ke jalan yang benar jika tidak ingin menerima penghukuman dari Tuhan sebagai konsekuensi perbuatan mereka. Kebenaran itu rupanya pertama-tama bukan soal ibadah melainkan tentang berbuat yang benar yakni usahakanlah keadilan, kendalikan orang kejam, belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda. Dua pihak terakhir yang disebutkan Allah merupakan mereka yang tertindas, menjadi korban keserakahan. serta tidak mendapatkan akses terhadap kehidupan layak. Memperlakukan mereka dengan benar adalah kewajiban etis tetapi juga tanggung jawab spiritual.
Seruan Yesaya ini telah menampar kita dengan cukup keras. Lihatlah sekeliling kita, betapa banyaknya ketidakadilan dapat kita lihat. Para pemimpin yang seharusnya menjadi pembela mereka yang tertindas justru memanfaatkan mereka untuk kepentingannya sendiri. Berhati-hatilah bahwa Allah melihat segala sesuatu. Seruan tersebut adalah pengharapan bagi mereka yang tertindas dan peringatan bagi mereka yang melakukan penindasan. Allah adalah Tuhan yang Maha Adil serta mengetahui segala sesuatu.
























