Setiap orang membutuhkan sebuah pegangan atau pijakan dalam menjalani kehidupan. Beberapa orang menemukannya dalam kuasa serta harta, atau relasi dengan orang-orang yang kuat. Namun orang-orang beriman sesungguhnya diajarkan untuk meletakkan harapannya serta membangun pegangannya hanya kepada Tuhan semata. Keyakinan iman ini begitu mudah untuk diucapkan tetapi seringkali sulit untuk dipraktekkan.
Inilah yang menjadi pergumulan Yehuda. Pada masa itu Etiopia dikenal sebagai bangsa yang ulet dan kuat, yang bahkan dapat menguasai Mesir. Sementara di daerah tersebut, Kerajaan Asyur juga tumbuh sebagai kerajaan yang kuat. Suatu ketika Etiopia dan Mesir mengajak kerajaan Yehuda untuk bersekutu melawan Asyur. Jika Yehuda hanya mengandalkan pikiran dan logikanya saja, maka tawaran itu sesungguhnya begitu menarik. Allah “mengintervensi” tawaran menarik itu dan kembali menegakkan kuasa-Nya. Menegaskan bahwa Ia adalah satu-satunya yang berkarya serta berkuasa. Pada ayat 3, Allah memanggil seluruh dunia untuk menghadap-Nya. Tuhan sendirilah yang akan memusnahkan musuh dan dalam prosesnya Ia akan mengikutsertakan bangsa-bangsa lain serta membawa kelepasan bagi Yehuda. Maka dari itu janganlah mencari jalannya sendiri dan andalkanlah Tuhan.
Yesaya 18:4-6 selanjutnya menggambarkan Tuhan seperti Raja yang duduk di singgasana takhta-Nya memandang segala keributan di bumi dengan diam dan tenang. Meskipun demikian Tuhan tetap hadir dimana-mana dan takhta-Nya meliputi seluruh muka bumi. Mereka yang melawan Allah akan segera berakhir bagaikan ranting-ranting anggur yang dipangkas atau ladang yang akhirnya dimakan burung pemangsa.
Sahabat Alkitab, jika saat ini kita berada dalam situasi yang sulit serta penuh dengan pergumulan tetaplah teguh berdiri pada iman yang utuh dan kuat kepada Allah Sang Pemelihara kehidupan. Dunia mungkin menyediakan pegangan yang nampaknya begitu kokoh, tetapi hanya dalam Tuhan sajalah kita mendapatkan kasih serta perlindungan yang abadi. Maka dari itu orang-orang percaya di sepanjang zaman tidak terombang-ambing oleh zaman yang berubah melainkan tetap berdiri teguh dalam Tuhan.
























