Dalam kehidupan yang kita jalani ini, pernahkah merasa bahwa hidup ini seperti penantian panjang akan sesuatu yang tidak kunjung membuahkan hasil? Mungkin kita mendapati karier yang disitu-situ saja, hubungan yang retak, pelayanan yang begitu hambar, atau doa-doa kita seperti tidak kunjung mendapatkan jawaban. Situasi yang seolah tanpa harap tersebut dideskripsikan dalam Yesaya 54:1 seperti “perempuan mandul” yang pada masa Israel kuno menjadi kelompok terpinggirkan dan tidak dianggap. Mereka merasa ditinggalkan dan harus berjuang sendiri menghadapi rasa malu. Namun, di tengah kondisi yang tanpa harapan itu, Tuhan datang dengan sebuah seruan yang menggugah jiwa, “Bergembiralah dengan sorak-sorai dan memekiklah…..perluaslah tempat kemahmu.”
Rupanya Allah bersiap mengerjakan kebaikan pada umat-Nya. Memang apa yang Tuhan kerjakan itu belumlah datang, tetapi Ia akan segera menghampiri umat-Nya. Bukankah ini gambaran iman yang bersandar penuh pada Allah. Baik sedang menderita atau bersukacita, umat beriman selalu punya alasan untuk berharap serta bersandar penuh kepada-Nya.
Pada pasal 54, Tuhan memberikan penghiburannya kepada umat. Ia mengajak umat untuk bangkit dari apa yang terjadi di masa lalu (ay.4). Memang kini Israel tengah dilanda pergumulan yang berat karena perbuatan mereka sendiri. Namun masa itu sudah berlalu, karena seharusnya mereka telah memetik pelajaran dari apa yang terjadi. Penderitaan itu adalah satu titik kecil dalam bentang perjalanan kehidupan umat yang telah dirangkai indah oleh-Nya. Umat Tuhan dapat dengan teguh menghadapi apapun yang terjadi karena kasih setia Tuhan melingkupi dunia ini.
Sahabat Alkitab, seringkali kehidupan menjadi begitu kosong dan tidak menentu dikarenakan kita masih terpaut pada luka-luka dan segala yang terjadi pada masa lalu. Pada akhirnya masa kini dijalani dengan begitu berat, ditambah dengan pergumulan yang terus datang silih berganti. Disinilah iman kita diuji dengan begitu berat. Namun janganlah khawatir karena kasih setia Tuhan melingkupi kita senantiasa. Bangkit dan bergeraklah, jalani hidup dengan mengarahkan pandangan pada masa depan yang Tuhan sediakan. Memang rasanya tidak mudah untuk bangkit dari hati yang hancur dan kegagalan yang pernah menyapa. Percayalah ada maksud Tuhan yang baik di balik segala sesuatu.
























