Salah satu godaan terbesar dalam berelasi dengan Tuhan adalah kita merasa dapat memprediksi dan “mengatur” Allah untuk ikut dalam keinginan serta kehendak kita. Allah bekerja dengan cara yang misterius dan tidak satupun manusia dapat menjangkau-Nya. Termasuk ketika Ia menyatakan didikan serta keadilan-Nya.
Jika pada paruh pertama pasal 30, Tuhan menyatakan bahwa peristiwa yang dialami oleh Yehuda adalah akibat dari pemberontakan serta ketidaktaatan mereka. Maka paruh kedua pasal 30 adalah penegasan bahwa kuasa dan didikan Allah melampaui seluruh bangsa. Tuhan tidak menutup mata terhadap kekejaman bangsa-bangsa yang menawan Israel. Meskipun Tuhan menggunakan mereka sebagai “alat” untuk menyatakan pengajaran-Nya kepada Israel, rupanya bangsa-bangsa ini bertindak dengan kesombongan dan kekejaman. Maka Allah menyatakan keadilan-Nya kepada bangsa-bangsa itu, “Tetapi, semua orang yang menelan engkau akan ditelan, dan semua lawanmu akan diangkut sebagai tawanan. (ay, 16)” Hal ini menegaskan bahwa sampai kapanpun, Tuhan akan bertindak sebagai Sang Pelindung yang membela umat-Nya.
Bukan itu saja yang dijanjikan Tuhan, pada bagian ini Ia juga menjanjikan kesembuhan bagi luka-luka Israel (ayat 17). Mengapa Tuhan menyembuhkan mereka? Karena dunia telah mencemooh mereka sebagai “orang buangan” dan “Sion yang tidak dipedulikan siapapun.” Kesembuhan ini adalah pembuktian kasih setia Tuhan sekaligus pemulihan martabat umat-Nya di mata bangsa-bangsa.
Dewasa ini bukankah kita juga sering melihat situasi yang serupa? Umat Tuhan dan orang-orang benar di seluruh penjuru dunia seringkali harus menerima situasi yang begitu keras. Tantangan serta pergumulan datang silih berganti, sementara itu mereka yang berlaku fasik dan curang seolah-olah tidak menerima konsekuensi sama sekali atas perbuatannya. Kita seolah-olah hidup dalam dunia yang tidak adil, sama sekali tidak ada konsekuensi bagi mereka yang berbuat jahat. Namun hendaknya kita jangan cepat mengambil kesimpulan karena pada akhirnya semuanya adalah wewenang dan kuasa Tuhan. Sebagaimana kasih-Nya dinyatakan secara misterius, demikian juga keadilan-Nya ditegakkan dalam cara yang misterius pula. Tetaplah kerjakan apa yang menjadi bagian kita yakni menjalin relasi dengan-Nya dan hidup benar senantiasa.
























