|
Proyek Penerjemahan
|
|
Monday, 14 January 2013 |
|
Dayak
Maanyan adalah salah satu sub suku Dayak yang hidup tersebar di Pulau
Kalimantan. Suku ini mendiami
bagian timur Kalimantan Tengah, terutama di Kabupaten Barito Timur dan sebagian Barito
Selatan, yang dikelompokkan sebagai Maanyan I. Selain itu, suku Maanyan juga mendiami bagian
utara Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Tabalong,
Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Kotabaru, yang dikenal dengan sebutan Maanyan II. Suku ini masih
memiliki banyak nama yang berbeda sesuai dengan tempatnya masing-masing.
Untuk memenuhi penghidupannya, orang Dayak Maanyan, terutama yang tinggal di
pedesaan, bekerja di sektor pertanian,
di mana pengolahan lahan pertanian masih
dilakukan dengan sistem ladang berpindah. Sebagian lainnya bekerja di bidang perkebunan, dengan komoditi andalan berupa kelapa sawit, karet, kopi, dan
kakao.
|
|
Read more...
|
|
LAI Berita Terkini
|
|
Tuesday, 18 December 2012 |
“Sekiranya Tidak Dijelaskan, Saya Pasti Belum Tahu”
Audiensi Badan Pengurus LAI dengan Dirjen Bimas Katolik
Pada hari Selasa,30 Oktober 2012, Direktur Jenderal Bimas Katolik, Sumara Duran Antonius, menerima kedatangan perwakilan Badan Pengurus LAI di kantornya Jln. MH. Thamrin No. 6 Lt. 12. Dalam pertemuan dengan LAI, Dirjen Bimas Katolik didampingi Direktur Urusan Agama Katolik, Fransiscus Endang dan Kepala Sub Direktorat Penyuluhan, B. Sigit Taruno. Dari LAI hadir Harsiatmo Duta Pranowo selaku Sekretaris Umum LAI, dan anggota Badan Pengurus: Irene Setyadi dan Soy Martua Pardede.
Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut, Badan Pengurus LAI menjelaskan berbagai hal mengenai tugas dan pelayanan LAI. Sebagai pembuka, Duta Pranowo menjelaskan berbagai hal seputar pelayanan LAI. Dan juga kerjasama antara LAI dengan gereja Katolik dalam berbagai bidang pelayanan LAI terutama dalam penerjemahan dan penyebaran Firman Tuhan di seluruh pelosok Nusantara. Kerja sama antara LAI dengan Gereja Katolik sendiri sudah berlangsung lama, bahkan sejak masa-masa awal berdirinya LAI, terutama dalam rangka penerjemahan Alkitab Terjemahan Baru, yang merupakan Alkitab bersama seluruh umat Kristiani di Indonesia.
Selanjutnya dijelaskan juga mengenai telah berdirinya, Gedung Pusat Alkitab, yang peresmiannya dilakukan oleh Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Syamsudin, mewakili pemerintah bertepatan dengan HUT LAI ke-58 pada 9 Februari 2012 yang lalu.
|
|
Read more...
|
|
LAI Berita Terkini
|
|
Tuesday, 18 December 2012 |
|
Saya sekarang tidak ragu lagi karena saya sudah bisa membaca
“Saya ini petani coklat. Ketika panen, biji-biji coklat biasanya dijual kepada penadah yang di waktu-waktu tertentu datang ke kampung untuk membeli coklat. Sistem pembelian biji coklat oleh para penadah biasanya borongan bukan menggunakan ukuran liter ataupun timbangan. Kita sebagai penjual tentu sangat dirugikan dengan sistem ini. Tapi apa boleh buat, masyarakat disini memang masih banyak yang buta huruf sehingga tidak tau berhitung dan menggunakan timbangan. Mereka mau-mau saja menjual biji coklatnya dengan sistem borongan seperti itu termasuk saya. Malahan karena masih belum tahu berhitung, saya tidak tahu jika uang hasil penjualan tersebut cukup ataupun kurang. Itu pengalaman saya dulu. Kalau sekarang tentu berbeda. Setelah tahu membaca dan berhitung saya tidak mau lagi menjual biji coklat saya secara borongan kepada para penadah. Saya hanya mau menjual jika menggunakan sistem timbangan. Saya akan tanya terlebih dahulu kepada mereka, per kilonya berapa? Baru setelah itu saya tinggal kalikan dengan total beratnya. Dengan menggunakan sistem ini, pendapatan saya meningkat dibandingkan sebelumnya. Dan dari hasil itu juga saya sekarang bisa punya HP. Kalau dulu saya ragu-ragu beli HP karena belum bisa membaca, tetapi sekarang sudah tidak ragu lagi karena saya sudah bisa membaca”, demikian cerita Bapak Inipalu. Seorang warga belajar program Pembaca Baru Alkitab Palu Donggala kelompok GKST Mbuwu yang ditangani oleh tutor bernama Adri Deta.
|
|
Read more...
|
|
|
LAI Berita Terkini
|
|
Tuesday, 11 December 2012 |
Alkitab dulu dikenal dalam bentuk gulungan-gulungan kitab. Yang berkesempatan membaca terbatas di kalangan para imam. Zaman terus berubah, teknologi semakin maju, gulungan kitab dianggap tidak praktis dan mulai digantikan dalam bentuk buku yang sekarang kita kenal. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan buku pun sudah mulai dianggap kurang praktis. Terutama bila harus membawa beberapa buku dalam perjalanan. Kini perangkat digital semakin ringkas dan ringan. Kita dapat membawa ratusan buku dalam satu perangkat digital.
Saat ini banyak perangkat lunak aplikasi Alkitab yang bisa kita dapatkan. Lembaga ALkitab Indonesia menawarkan sebuah pengalaman baru dalam memahami dan mendalami Alkitab lewat aplikasi Alkitab D+. Aplikasi ini tidak hanya menampilkan naskah Alkitab tapi juga menghubungkan ayat-ayat Alkitab dengan berbagai referensi pendukungnya seperti artikel dari sebuah buku, gambar, audio bahkan video.
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 25 - 30 of 213 |